Ketika seseorang hendak berangkat menuju Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umroh, salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca doa safar umroh. Doa ini bukan sekadar bacaan biasa, melainkan bentuk penghambaan dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT selama berada di perjalanan.
Selain menjadi sunnah Rasulullah ﷺ, doa safar umroh sesuai sunnah memiliki makna yang dalam — yaitu memohon keselamatan, ketenangan, dan keberkahan selama perjalanan menuju Baitullah. Dengan membaca doa ini, jamaah umroh diharapkan dapat memulai perjalanannya dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur, serta terhindar dari segala marabahaya di jalan.
Makna Doa Safar Umroh
Kata safar secara bahasa berarti “perjalanan”. Dalam konteks umroh, safar berarti perjalanan spiritual menuju Tanah Suci Makkah untuk beribadah kepada Allah SWT. Membaca doa safar umroh berarti menyerahkan seluruh urusan perjalanan kepada Allah — Dzat yang Maha Menjaga dan Maha Melindungi.
Doa safar bukan hanya dibaca saat pertama kali naik kendaraan, tetapi juga bisa diamalkan sepanjang perjalanan untuk menjaga hati tetap dekat dengan Allah. Rasulullah ﷺ selalu membaca doa safar setiap kali bepergian, baik untuk keperluan dakwah, jihad, maupun ibadah.
Bacaan Doa Safar Umroh Lengkap
Berikut doa safar umroh sesuai sunnah Rasulullah ﷺ, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits sahih:
Teks Arab:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ،
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ،
وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى،
وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى،
اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا،
وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ،
اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ،
وَالْخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ،
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ،
وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ،
وَسُوءِ الْمُنقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ.
Latin:
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.
Subhānal-ladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahu muqrīnīn.
Wa innā ilā Rabbinā lamunqalibūn.
Allāhumma innā nas’aluka fī safarinā hādzāl-birra wat-taqwā,
wa minal-‘amali mā tardhā.
Allāhumma hawwin ‘alainā safaranā hādzā,
wathwi ‘annā bu’dah.
Allāhumma antal shāhibu fis-safar,
wal khalīfatu fil-ahli.
Allāhumma innī a’ūdzu bika min wa’tsā’is-safar,
wa kāābati al-mandhar,
wa sū’il-munqalabi fil-māli wal-ahli.
Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya.
Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
Ya Allah, kami mohon kepada-Mu kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan ini, serta amal yang Engkau ridai.
Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya.
Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan, dan Engkaulah pelindung bagi keluarga yang ditinggalkan.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan keburukan saat kembali kepada harta dan keluarga.”
Kapan Doa Safar Umroh Dibaca

Menurut sunnah, doa safar umroh sesuai sunnah dibaca ketika:
-
Naik kendaraan – baik pesawat, bus, kapal, maupun mobil, tepat setelah duduk dengan tenang di tempat duduk.
-
Memulai perjalanan – saat meninggalkan rumah menuju bandara atau titik keberangkatan.
-
Ketika kendaraan mulai bergerak – mengikuti contoh Rasulullah ﷺ yang mengucapkan Allahu Akbar tiga kali, lalu membaca doa safar.
Doa ini bisa diulang setiap kali berpindah dari satu kota ke kota lain selama rangkaian perjalanan umroh, terutama ketika merasa cemas, lelah, atau jauh dari keluarga.
Keutamaan Membaca Doa Safar Umroh
Membaca doa safar bukan sekadar formalitas. Ada banyak keutamaan doa safar umroh yang patut diketahui, antara lain:
-
Mendapat Perlindungan Allah SWT
Doa ini menjadi benteng dari bahaya, kecelakaan, atau hal-hal yang tidak diinginkan di perjalanan. -
Mendapat Ketenangan Hati
Dengan menyerahkan perjalanan kepada Allah, hati menjadi lebih tenang dan penuh rasa syukur. -
Menjadi Sunnah Rasulullah ﷺ
Setiap kali seseorang membaca doa safar sesuai sunnah, ia telah meneladani amalan Nabi Muhammad ﷺ. -
Menumbuhkan Kesadaran Spiritual
Perjalanan umroh bukan hanya fisik, tapi juga perjalanan hati menuju pengampunan dan kedekatan dengan Allah SWT.
Adab dan Etika Saat Safar Umroh
Selain membaca doa safar, ada beberapa adab safar umroh sesuai sunnah yang sebaiknya diamalkan oleh setiap jamaah, yaitu:
-
Berpamitan dengan keluarga dan teman sambil meminta doa keselamatan.
-
Membaca doa keluar rumah:
“Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.”
(Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.) -
Tidak berlebihan dalam membawa barang, cukup membawa kebutuhan pokok agar ibadah lebih khusyuk.
-
Memperbanyak dzikir dan istighfar selama di perjalanan.
-
Menjaga adab dan sopan santun, baik terhadap sesama jamaah maupun petugas travel.
Doa Ketika Pulang dari Umroh
Setelah selesai menjalankan ibadah umroh dan hendak kembali ke tanah air, Rasulullah ﷺ juga membaca doa khusus:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ لَنَا فِي سَفَرِنَا هَذَا خَيْرًا، وَفِي مَقَامِنَا خَيْرًا
“Ya Allah, jadikanlah perjalanan kami ini penuh kebaikan dan tempat tinggal kami juga penuh kebaikan.”
Doa ini menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat ibadah dan keselamatan yang Allah berikan sepanjang safar umroh.
Lengkapi Perjalanan Umroh Anda dengan Doa dan Niat yang Tulus
Membaca doa safar umroh sesuai sunnah adalah wujud ketundukan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Doa ini menjadi langkah awal untuk memohon perlindungan dan keberkahan dalam setiap detik perjalanan menuju Tanah Suci.
Jika Anda sedang merencanakan keberangkatan ke Baitullah, pastikan seluruh persiapan spiritual dan teknis dilakukan dengan matang. Untuk mendapatkan pengalaman ibadah yang nyaman, aman, dan sesuai tuntunan syariat, percayakan perjalanan Anda bersama DNA Tour — travel umroh terpercaya yang siap mendampingi Anda dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air dengan penuh berkah.
